Makan Singkong
Lebih baik makan singkong betulan daripada makan roti hayalan. Itu nasehat banyak orang tua. Nasehat bijak yang tidak utopis. Bukan nasehat langit tapi nasehat bumi.
Kita diminta untuk hidup dihari ini sesuai kenyataan bukan hidup dalam impian esok hari yang belum tentu nyata. Impian yang membuat cemas dan bimbang. Impian membuat kita akan gampang diserang penyakit. Terutama penyakit hati.
Ada cerita rakyat soal nasehat sederhana ini yang penulis lansir dari dongengceritarakyat.com judulnya kisah Lebai Malang. Begini ceritanya..
Lebai Malang digambarkan sebagai seorang guru yang mempunyai sifat baik hati. Sayangnya, ada satu kekurangan yang menyebabkan dirinya seringkali gagal mendapatkan apa yang selalu dia inginkan.
Kekurangan itu adalah sifat bimbang ketika mengambil keputusan, dimana ia terlalu lama berpikir mengenai tindakan apa yang harus dilakukannya.
Suatu hari, ia diceritakan pergi memancing di laut untuk mencari ikan, dikarenakan makanan yang dimilikinya sudah habis.
''Aku akan memancing ikan hari ini. Makan siang dengan ikan goreng yang kutangkap hari ini pasti sangat lezat,'' ujar Lebai Malang.
Ia pun pergi memancing dengan anjing peliharaannya dan membawa bekal berupa singkong rebus untuk persediaan.
Kail pancingnya lalu bergerak dan ia berusaha turun ke sungai untuk memeriksanya, tetapi ia mengurungkan niat karena satu hal yang membuatnya bimbang.
''Jika aku turun ke sungai, singkong rebus ini akan dimakan oleh anjingku. Lebih baik aku tidak turun dan tetap menarik pancing ini,'' pikirnya.
Sempat mengurungkan niat, ia kemudian berniat untuk turun lagi. Sayangnya, ia kembali bimbang dan memikirkan singkong rebus yang dimilikinya.
Namun, kali ini ia mau turun ke sungai dan ternyata kail pancingnya berhasil mengenai ikan yang sangat besar.
Sempat berpikir untuk bisa makan dengan ikan goreng, Lebai Malang justru mengalami kesialan karena ikan tersebut malah lolos darinya.
Dalam keadaan kesal, Lebai Malang memutuskan untuk kembali ke perahu untuk memakan singkong rebus yang dimilikinya.
Tidak disangka, kesibukannya terhadap ikan membuatnya malah kehilangan singkong rebus untuk dimakan olehnya.
''Dasar anjing nakal, kau makan seluruh singkong rebusku! Sekarang aku kelaparan!'' kesal Lebai Malang.
Cerita diatas hanyalah dongeng biasa namun bisa menjadi bahan renungan kita semua dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam perspektif filsafat eksistensialis, Soren Kierkegaard mengatakan..........
(Bersambung)
Penulis : eL Ramadhan

Komentar
Posting Komentar