Sakit Gigi

 


Penulis : eL Ramadhan

Judul lagunya lebih baik sakit gigi. Penyanyinya Almarhum H. Meggy Zakaria. Liriknya pasti anda semua hafal walaupun hanya pada bagian ini : Jangankan diriku Semut pun kan marah, Bila terlalu sakit begini, Dari pada sakit hati, Lebih baik sakit gigi ini, Biar tak mengapa.

Kalau anda hafal semua liriknya maka tak diragukan anda adalah penikmat  dangdut sejati.

Gara-gara lagu ini debat sering terjadi. Benarkah lebih baik sakit gigi daripada sakit hati?

Jawabannya bisa benar bisa juga tidak. Tergantung anda sedang mengalami yang mana. Kalau anda sedang sakit gigi, tentu lagu ini  tidak pas.

Sakit gigi yang sangat mengganggu itu begini prosesnya. Gigi punya bagian lunak yang namanya Pulp.. Pulp ini isinya syaraf sensitif yang memberi informasi rasa ke otak kita. Ketika Pulp ini mengalami iritasi maka rasa nyeri luar biasa akan kita rasakan.

Jika anda belum pernah sakit gigi maka anda akan melihat sakit gigi adalah biasa. Tetapi jika  anda pernah mengalaminya maka siksaan dunia itu anda akan rasakan. Makan tak enak tidur tak lelap. Gelisah tak berujung.

Sementara sakit hati adalah peristiwa emosional. Sama dengan sakit gigi maka otak kita juga menerima signal sakit sakit hati. Sain menjelaskan ketika sakit hati otak akan menghasilkan hormon kartisol yang banyak. Hormon ini salah satu fungsinya mengatur metabilsme tubuh dan mengatur siklus tidur.

Tak heran jika orang sakit hati gelisah, makan tak bisa tidurpun tak  nyenyak.

Dampak sakit gigi dan sakit hati berbeda tingkatan. Sakit hati bisa punya dampak lebih dibanding sakit gigi. Jarang kita mendengar orang sakit gigi bunuh diri, tapi sakit hati, jangan tanya lagi, ribuan kasusnya.

Beberapa peristiwa mengkonfirmasi orang sakit hati dengan mental tidak stabil akan berbuat tak masuk akal.

Baru seminggu yang lalu, seorang pria berinisial JS, warga Bogor bundir dengan cara gantung diri karena diputusin pacar. 

Hal yang sama juga terjadi pada ONF. 19 Tahun, Masih sangat muda. Karyawan pabrik di daerah Jepara ini padahal secara fisik tak ada yang salah. Sehat bugar. Menurut beberapa teman kerja ONF, tak ada yang salah dalam keseharian ONF. Tapi karena diputusin sang pacar yang menurut beberapa saksi sangat baik hati, ONF mengakhiri hidupnya.

Menurut psikolog, bunuh diri adalah puncak gunung es yang dialami pelaku. Ada rentetan peristiwa yang menjadikan  seseorang depresi. Ketika sakit hati muncul maka menjadi pemantik untuk melakukan bundir.

Sakit hati bukan melulu soal cinta. Soal-soal politis juga orang kadang sakit hati. Kita pernah mendengar istilan barisan sakit hati. Orang-orang diposisi ini tidak sama dengan oposisi. 

Kalau oposisi sedari awal memperjelas posisinya sebagai lawan dari pemenang, maka barisan sakit hati bisa jadi adalah orang-orang yang sebelumnya bagian dari pemenang tapi dikecewakan kemudian mengambil bagian dari oposisi baik secara terang-terangan maupun diam-diam.

Barisan sakit hati dan oposisi sebetulnya baik dalam demokrasi. Yang menjadikan tidak baik ketika jurus nihilisme dipakai. Semua yang dari pemenang adalah salah  dan tidak ada yang baik.

Kalau ini yang dipakai barisan sakit hati dan oposisi, maka lebih baik sakit gigi daripada sakit hati adalah lagu yang pas. ******

Komentar