Musrenbang Online
Salah satu pertanyaan yang muncul ketika Musrenbang tingkat kecamatan dilaksanakan tahun ini adalah mengapa dilaksanakan secara online padahal virus corona sudah tidak ada lagi.
Pertanyaan ini kemungkinan muncul karena rapat-rapat dan kegiatan yang dilaksanakan secara online begitu populer saat dunia ketakutan akan wabah virus Corona tahun 2020, 2021 dan 2022.
Pertanyaan itu tidak salah dan jawaban singkatnya adalah untuk efisiensi. Setidaknya itulah jawaban yang bisa kita dapatkan dari penjelasan Sekretaris Bapelitbangda Kabupaten Gorontalo DR Bambang Supriyanto saat mengikuti Musrenbang. Efisiensi yang dimaksud Doktor Bambang paling tidak dalam 3 hal.
Pertama tentu saja anggaran, kedua waktu dan ketiga tenaga atau sumber daya.
Untuk efisiensi anggaran mari kita berhitung sederhana saja. Setiap Musrenbang, kami dikecamatan harus menyediakan anggaran makan minum rapat atau kegiatan paling maksimal 10 juta. Jika kita kalikan 19 kecamatan maka anggaran yang terserap untuk kegiatan ini adalah 190 juta.
Belum lagi dengan baliho, ATK dan biaya perjalanan dinas OPD yang diundang oleh Kecamatan. Dengan Musrenbang online Pemerintah Daerah akan menghemat anggaran sejumlah itu.
Dari sisi waktu, selama seminggu pelaksanaan Musrenbang online rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk satu kali Musrenbang adalah 3 jam sudah termasuk dengan persiapannya. Sementara dengan tatap muka waktu yang diperlukan lebih dari itu. Biasanya waktu terbuang sia-sia saat menunggu peserta dan narasumber benar-benar siap.
Untuk yang ketiga, tenaga dan sumber daya pelaksanaan Musrenbang online hanya membutuhkan 2 sampai 3 orang saja untuk mempersiapkan Musrenbang secara online.
Jika dibandingkan dengan musrenbang tatap muka menurut anggota legislatif Kabupaten Gorontalo Syarifudin Bano, Musrenbang online lebih interaktif. Peserta lebih nyaman memberikan pendapat dari tempat masing-masing.
Apa yang dikatakan Ketua Komisi I DPRD tersebut tidaklah berlebihan. Saya sendiri mengamati, peserta yang memberikan pendapat lebih tenang menyampaikan pendapat dan disertai data yang akurat.
Opd atau dinas yang menyampaikan program untuk kecamatan juga menyertakan data terkini dengan penjelasan yang bisa dengan jelas diterima peserta.
Bagi saya pribadi, Musrenbang online kali ini semacam "kegembiraan baru". Salah satu protes yang dilayangkan setiap tahun oleh peserta adalah prioritas kegiatan yang mereka usulkan setiap tahun dalam kegiatan Musrenbang tidak pernah ada kejelasan dan biasanya tidak terakomodir dalam RKPD yang direncanakan.
Situasi ini memunculkan kejenuhan dan sikap seolah-olah Musrenbang hanyalah kegiatan "menggugurkan" kewajiban dalam perencanaan pembangunan.
Musrenbang setiap tahun itu seakan kehilangan kegembiraan sehingga pelaksanaannya secara online merupakan sebuah gaya dan cara baru yang membuat peserta ingin mencobanya.
Ketika kami memilih pelaksanaannya secara online tidak sedikit yang memprotes. Protes adalah sesuatu yang wajar apalagi kita ingin merubah sesuatu kebiasaan yang sudah lama dilakukan.
Perasaan saya mengatakan, pelaksanaan Musrenbang online ini terbilang sukses. Apresiasi telah disampaikan oleh banyak pihak termasuk oleh Kapala Bapelitbangda Kabupaten Gorontalo Bapak Cokro Katili. Apresiasi itu tidaklah berlebihan ditengah kendala dan kekurangan yang kami miliki ditingkat kecamatan.
Kendala yang kami hadapi paling tidak terhadap tiga hal. Pertama, operator teknis yang memahami penggunaan aplikasi zoom itu belumlah ada. Kami terpaksa belajar secara Mandiri dan secara "berani" menerapkannya dengan keyakinan penuh.
Hasilnya, banyak hal teknis terjadi yang cukup mengganggu pelaksaanaan kegiatan. Hal teknis itu bisa teratasi dan dimaklumi peserta karena ini adalah pengalaman pertama.
Kedua adalah persoalan jaringan internet. Jaringan internte harusnya tersedia dengan lancar dikantor Camat. Namun saat ini jaringan internet masih sedikit bermalasah sehingga kami terpaksa meminjam internet masyarakat terdekat atau menggunakan data pribadi.
Kendala ketiga adalah format acara musrenbang. Ada semacam kekakuan dan kebingungan dalam mengarahkan kegiatan Musrenbang kali ini.
Beberapa bahkan formatnya tidaklah seperti sidang Musrenbang layaknya tatap muka tapi lebih cenderung pada dialog interaktif. Walaupun pada akhirnya ada kesepakatan yang diambil.
Dari semua Musrenbang online yang dilaksanakan, menurut penilaian subjektif saya, Musrenbang online yang dilaksanakan kecamatan Talaga Jaya bisa jadi contoh terbaik pelaksanaannya.
Format acara yang dibuat layaknya musrenbang tatap muka. Salah satu yang membuat Musrenbang di Kecamatan Talaga Jaya adalah moderator sekaligus pimpinan sidang yang telah berpengalaman banyak dalam pelaksanaan Musrenbang di Kecamatan.
Musrenbang online adalah upaya awal kita semua untuk memulai sesuatu yang baru atas nama efisiensi. Jalan ini adalah alternatif terbaik untuk menyikapi kondisi ekonomi dunia, Negara dan Daerah yang kelihatannya tidak baik-baik saja.
Semoga apa yang kami telah mulai tidak menjadi sia-sia, karena ketika hal baik telah dimulai dan tidak diteruskan akan meninggalkan "luka" secara historis dan kegembiraan baru itu akan lenyap seketika.
Sukses untuk pelaksanaan Musrenbangnya... Good Job!
PENULIS : EL RAMADHAN

Komentar
Posting Komentar