Nyamuk Playboy
Penulis : eL Ramadhan
Nyamuk berkelamin jantan ini punya misi khusus. Mencintai sekaligus "menghamili" sebanyak mungkin nyamuk betina. Dan nyamuk betina yang akan dihamili juga bukan sembarang nyamuk. Aedes Aegypti. Makhluk kecil berwarna hitam dengan belang putih yang senang di air bersih serta aktif pagi dan sore. Agen virus dengue penyebab DBD.
Misi khusus ini tujuannya satu menekan populasi Aedes Aegypti. Caranya, nyamuk jantan ini punya bakteri Wolbachia dalam tubuhnya. Ketika bercinta bakteri ini ditularkan masuk kedalam tubuh si Aedes.
Bakteri Wolbachia yang sudah masuk punya kemampuan melumpuhkan virus dengue yang ada dalam tubuh aedes sehingga tidak akan lagi mampu menular kepada manusia. Selain itu, telur-telur hasil asmara kedua nyamuk ini juga mengandung Wolbachia.
Orang kesehatan bilang bakteri ini bisa Menurunkan Mobilitas dan Mortalitas.
Semakin banyak Aedes dihamili maka semakin banyak virus yang bisa dilumpuhkan dan perkembangbiakan aedes juga dapat ditekan yang pada akhirnya dapat menurunkan jumlah kasus DBD. Begitu harapannya.
Pemerintah melalui Kemenkes sementara melakukan uji coba di lima kota di Indonesia. Kota Semarang, Jakarta Barat, Bandung, Kupang dan Bontang menjadi area pilot project.
Menurut Kemenkes uji coba pernah dilakukan di di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul pada tahun 2022. Hasilnya, di lokasi yang telah disebar Nyamuk Wolbachia terbukti mampu menekan kasus demam berdarah hingga 77 persen, dan menurunkan proporsi dirawat di rumah sakit sebesar 86 persen.
Klaim Kemenkes ternyata tidak diamini beberapa pakar dan masyarakat yang menaruh kecurigaan.
Teori konspirasi beredar menyebut bakteri yang dibawa nyamuk bisa menyebabkan feminisasi pada manusia. Manusia jantan akan berlaku kebetinaan. Program ini sengaja dilakukan untuk mendukung LGBT dan penyokongnya adalah salah satu orang terkaya dibumi Bill Gates. Begitu bunyi teori konspirasinya.
Mantan Menkes Siti Fadillah Supari juga keberatan dengan penyebaran nyamuk ini. Siti keberatan masyarakat dijadikan objek penelitian karena program ini adalah program ffilantropi yang penelitinya dari luar negeri dan tidak dilakukan secara transparan. Kedaulatan kesehatan kita dipertaruhkan menurutnya.
Mantan Menkes era Presiden SBY itu menganggap program yang dilakukan kemenkes saat ini sudah cukup bagus mengendalikan DBD.
Dengan informasi yang berkelindan seperti itu, Di Bali, jutaan telur nyamuk Wolbachia akan dihancurkan karena mendapatkan penolakan masyarakat.
(Bersambung)

Komentar
Posting Komentar