Setara BUMN
Penulis : eL Ramadhan
Anda pasti sudah lihat videonya. Petugas Imigrasi bandara Internasional Ngurah Rai yang kaget luar biasa ketika ditangkap Kejati Bali saat bekerja. Ada 5 orang yang kena OTT. Semuanya berstatus PNS dimana salah satunya berinisial HS menduduki jabatan kepala seksi.
Mereka ditangkap basah saat melakukan pungli kepada warga Negara asing dibandara melalui fasilitas fast track.
Fast track merupakan istilah jalur keimigrasian prioritas yang ada di bandara untuk mempermudah pemeriksaan imigrasi terhadap kelompok prioritas, seperti orang lanjut usia ibu hamil, ibu dengan bayi dan pekerja migran. Jalur ini seharusnya tidak dipungut biaya.
Kejati Bali menyita uang sebesar RP 100 juta sebagai bukti. HS ditahan dan disangkakan melanggar pasal 12 huruf a jo pasal 12 huruf b UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 KUHP.
Berita OTT ini hampir bersamaan dengan rencana pemerintah menyetarakan gaji PNS dengan gaji BUMN. Pertanyaanpun muncul apakah rencana pemerintah soal ini apakah sudah tepat atau tidak. Alasannya, PNS yang ditangkap adalah PNS Kemenkumham yang memiliki gaji dan Tukin yang tergolong besar.
Gaji PNS yang akan disetarakan dengan BUMN selain tidak menjamin korupsi dalam birokrasi berkurang, rencana ini dinilai akan meningkatkan belanja pegawai sementara belanja infrastruktur dan belanja sosial juga banyak. APBN akan terbebani.
Alih-alih menyetarakan gaji PNS dengan BUMN beberapa pihak menyarankan Pemerintah untuk mendorong belanja teknologi untuk menggantikan pekerjaan manual yang dilakukan PNS selama ini.
Pemerintah beralasan akan menyetarakan gaji PNS karena pegawai BUMN dan PNS adalah sama-sama pelayan publik sehingga apa yang diterima pegawai BUMN juga harusnya diterima PNS.
Kebijakan ini juga sejalan dengan UU ASN yang baru dimana dalam manajamen talenta PNS bisa menjadi pegawai BUMN atau sebaliknya.
Alasan lainnya, penyetaraan ini mengikuti pola penggajian dibeberapa Negara seperti Singapura, Australia dan Korea Selatan.
Pesimisme dari banyak kalangan soal korupsi tidak akan berkurang adalah kesimpulan prematur.
PP tentang hal ini sedang digodok dan diperkirakan akan selesai bulan April 2024 nanti.
Sebagai PNS, penulis cukup senang dengan rencana pemerintah ini. Pertanyaan yang muncul dibenak penulis adalah gaji BUMN yang mana yang akan disetarakan.
Kalau melihat tabel gaji beberapa BUMN berbeda antar satu dan lainnya. Adan BUMN yang memang gajinya dibayarkan lebih tinggi dari PNS tapi ada juga BUMN yang gajinya setara bahkan lebih rendah dari PNS.
Ada 5 BUMN yang pegawainya digaji tinggi. Yaitu PT TELKOM, PT KAI, PT PERTAMINA, BANK MANDIRI dan BANK BRI.
Berikut perbandingan gaji kelima BUMN yang penulis lansir dari cnbc.com dimana gaji ini belum termasuk beberapa bonus yang diterima.
1. PT Telkom Indonesia
Perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor telekomunikasi ini menawarkan gaji di rentang Rp 8 - Rp 10 juta. Khusus karyawan yang masuk melalui program Management Trainee (MT), gaji yang ditawarkan di rentang Rp 7 - Rp 8 juta.
Untuk posisi seperti Senior Manager, gaji berkisar di angka Rp 39 - Rp 42 juta per bulan. Bahkan untuk posisi Product Manager, perusahaan berani membayar gaji di rentang Rp 88 juta hingga Rp 94 juta.
2. PT Kereta Api Indonesia
Para pencari kerja kerap menantikan lowongan di perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor transportasi ini. KAI menawarkan gaji mulai dari Rp 3 - Rp 5 juta per bulan, belum termasuk sejumlah benefit lainnya seperti tunjangan kinerja, tranportasi hingga anak dan istri.
Untuk masinis, KAI menawarkan gaji berkisar Rp 13 juta. Sementara untuk level manajemen hingga Senior Manager gajinya berada di antara Rp 18 juta hingga nyaris menembus Rp 30 juta.
3. PT Pertamina
Pertamina adalah salah satu perusahaan pelat merah yang memiliki reputasi sebagai perusahaan yang memberikan kesejahteraan lengkap kepada karyawannya. Tak heran, banyak pelamar kerja berebut untuk bekerja di Pertamina.
Gaji untuk para staf Pertamina berkisar Rp 4 - Rp 7 juta. Untuk level administrasi sampai engineer, berkisar Rp 19 - Rp 22 juta. Sementara untuk Site Engineer berkisar Rp 30 - Rp 33 juta, Drilling Supervisor mencapai Rp 55 juta.
Namun perlu dicatat, besaran gaji yang diterima karyawan Pertamina di atas belum termasuk benefit lainnya. Misalnya, seperti dana pensiun, kendaraan dinas, rumah dinas, tunjangan kesehatan, hingga bonus.
4. PT Bank Mandiri
Bank Mandiri menjadi salah satu bank pelat merah yang memberikan gaji paling tinggi dibandingkan yang lainnya. Untuk pelamar yang melalui jalur MT, gaji yang diberikan berkisar Rp 5,3 juta hingga Rp 6 juta per bulan.
Adapun untuk level staf mencapai Rp 10 juta pr bulan. Untuk level manager bisa berkisar di antara Rp 27 - Rp 30 juta, dan level branch manager berkisar Rp 68 - 74 juta per bulan.
Untuk level direksi, Pertamina berani membayar gaji hingga Rp 271 juta per bulan.
5. PT Bank Rakyat Indonesia
Selain Mandiri, BRI berada di posisi kedua bank BUMN yang memberikan gaji terbaik kepada karyawannya. Untuk level staf, gaji yang diberikan berkisar Rp 4 sampai Rp 6 juta per bulan.
Kemudian, posisi service quality assurance sebesar Rp 19,5 juta, branch manager di angka Rp 22,8 juta, level senior manager mencapai Rp 32,5 juta. Adapun untuk gaji tertinggi BRI dipegang oleh jajaran direksi yang mencapai Rp 220 juta per bulannya.***

Komentar
Posting Komentar